Pernah
aku hadiri sebuah ruangan
dimana terdapat dua kepala yang sedang tertunduk
barangkali sudah bersiap untuk terlepas
aku lihat sebuah pemimpin disana
ia berkicau dengan indah mengenai azaz azaz
ia amat menjunjung tinggi tuntutan sebuah kitab
namun kicauan hanya sebatas kicauan itu saja
aku melihat ada sesuatu yang hilang
entah kesadaran atau sengaja tidak mereka sadarkan
dua kepala itu hanya bisa tertunduk
mendengar juru selamat bayarannya
mereka berpidato lantang untuk mempertahankan kepala yang mereka bela
kepala yang memberi mereka sesajen untuk hidup
mereka memulai dengan segala rayuan untuk memikat sang pemimpin
mereka keluarkan intrik dan muslihat untuk merebut satu tempat yang tersedia
mereka merong-rong dengan mengabaikan sesuatu yang jelas jelas terlihat
bercerita dengan dongeng dongen yang mereka baru karang tadi malam
sang penguasa pun hanya bisa mendengar
padahal kedua bola mata masih terpasang dengan sempurna
apakah ruangan ini pantas untuk hal seperti ini
apakah dengan dongeng kepala siapapun dapat terlepas dari badannya
seandainya sang pemimpin membuka lebar lebar matanya dengan jeli
apakah dongeng itu masih bisa terucap sampai akhir ?
aku tinggalkan ruangan penuh kebutaan itu
dan berharap jika kepalaku kelak yang dipertaruhnkan
Tuhanlah yang menjadi pemimpin di dalamnya
dimana terdapat dua kepala yang sedang tertunduk
barangkali sudah bersiap untuk terlepas
aku lihat sebuah pemimpin disana
ia berkicau dengan indah mengenai azaz azaz
ia amat menjunjung tinggi tuntutan sebuah kitab
namun kicauan hanya sebatas kicauan itu saja
aku melihat ada sesuatu yang hilang
entah kesadaran atau sengaja tidak mereka sadarkan
dua kepala itu hanya bisa tertunduk
mendengar juru selamat bayarannya
mereka berpidato lantang untuk mempertahankan kepala yang mereka bela
kepala yang memberi mereka sesajen untuk hidup
mereka memulai dengan segala rayuan untuk memikat sang pemimpin
mereka keluarkan intrik dan muslihat untuk merebut satu tempat yang tersedia
mereka merong-rong dengan mengabaikan sesuatu yang jelas jelas terlihat
bercerita dengan dongeng dongen yang mereka baru karang tadi malam
sang penguasa pun hanya bisa mendengar
padahal kedua bola mata masih terpasang dengan sempurna
apakah ruangan ini pantas untuk hal seperti ini
apakah dengan dongeng kepala siapapun dapat terlepas dari badannya
seandainya sang pemimpin membuka lebar lebar matanya dengan jeli
apakah dongeng itu masih bisa terucap sampai akhir ?
aku tinggalkan ruangan penuh kebutaan itu
dan berharap jika kepalaku kelak yang dipertaruhnkan
Tuhanlah yang menjadi pemimpin di dalamnya
Dos “Boim” Santos
Jonggol, 10.02.13
Jonggol, 10.02.13
Tidak ada komentar:
Posting Komentar