Sabtu, 23 Februari 2013

MIMPI INDAH KEMARAU



Mimpi indah kemarau
Hujan tak datang tahun ini
Langit merah silih berganti
Dengan tangisan Dewi Sri

Sepasang mata terus mengawasi
Tetesan air yang jatuh lewat keran berkarat
Hampir penuh
Cukuplah kiranya membuat susu
Untuk bocah yang terus mengadu

Mimpi indah kemarau
Perigi kami tak lagi berair
Tidak ada lagi handuk basah
Guna mengusap keringat para pekerja

Mimpi indah kemarau
Di dalam tidur kami bermimpi
Meminum air dari cawan surgawi



Jimmy Hendarta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar