Mimpi indah kemarau
Hujan tak datang tahun ini
Langit merah silih berganti
Dengan tangisan Dewi Sri
Sepasang mata terus mengawasi
Tetesan air yang jatuh lewat keran berkarat
Hampir penuh
Cukuplah kiranya membuat susu
Untuk bocah yang terus mengadu
Mimpi indah kemarau
Perigi kami tak lagi berair
Tidak ada lagi handuk basah
Guna mengusap keringat para pekerja
Mimpi indah kemarau
Di dalam tidur kami bermimpi
Meminum air dari cawan surgawi
Jimmy Hendarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar