Minggu, 29 Juli 2012

Samaran


Di sebuah apartement sedang ada transaksi narkoba besar-besaran. Toni merupakan tangan kanan dari Steve seorang bos narkoba ternama di New york. Dengan beberapa penjaga mereka ikut dalam transaksi barang haram tersebut. Tiba-tiba terdengar suara letupan senjata api dan mengenai seorang diantara penjaga disana. Perang senjata api pun tidak terelakkan. Baku tembak yang terjadi dimenangkan oleh Steve dan komplotannya. Tony sangat mahir menggunakan senjata api, hingga Steve memenangkan duel yang terjadi pada saat itu.
Lima mayat tergeletak, satu diantaranya ialah penjaga Steve. Tony berinisiatif memerikasa empat mayat sisanya. Tony dan Steve tidak menyangka, ternyata dia sedang bertransaksi dengan NYPD (New York Police Departement). Di dalam saku mayat polisi tersebut terdapat alat penyadap yang dapat dilacak oleh polisi lain. Tony dan Steve segera pergi meninggalkan tempat kejadian.
Tony: “bos apa yang harus kita lakukan sekarang?”
Steve: ”kita berpencar, untuk sementara jangan ada transaksi yang terjadi, sampai keadaan benar-benar aman.”
Mereka pun berpencar dan pergi ke tempat yang mereka anggap aman.
                Tony pergi pulang kerumahnya di pinggiran kota New York, sedangkan Steve tidak diketahui keberadaannya. Tony sampai di rumah dengan keadaan banyak darah yang tercecer di pakaiannya. Istri Tony kaget melihat suaminya pulang dengan keadaan seperti itu. Tanpa berbicara dengan istrinya dia langsung pergi ke kamar mandi setelah itu membakar pakaian yang berlumuran darah itu. istrinya mendekatinya dan menanyakan apa yang terjadi dengannya. Tony hanya menjawab “aku tidak apa-apa sayang, hanya ada kecelakaan kecil”.
                Selama dua tahun menikah istrinya tidak pernah tau apa sebenarnya pekerjaan Tony. Tony hanya bilang dia bekerja sebagai seorang journalis tetapi istrinya tidak tau pasti dimana kantor dan nama perusahaan tempat Tony bekerja. Istrinya tidak pernah marah atau menanyakan secara jelas kepada Tony karena sangat sayang padanya. Sebenarnya Tony sangat sayang kepada istrinya dan tidak tega melihat keadaan keluarganya yang seperti ini. Hanya saja sulit untuk dia keluar dari pekerjaan yang sedang dia lakukan sekarang.
                Di tempat lain Steve baru selesai dengan oprasi pelastik dan merubah semua identitas aslinya. Dia menjadikan penjaganya tumbal dengan membakar rumahnya sendiri sehingga polisi mengira bahwa Steve sudah mati. Tetapi FBI masih tetap curiga bahwa Steve masih hidup, sehingga FBI tetap menjalankan rencana yang sejak awal dijalankan.
                Satu tahun berselang. Tony mendapat surat kaleng yang berisi “temui aku di wall street”. Tony sudah paham akan isi dan siapa yang mengirim surat tersebut. Dia langsung bergegas ke tempat yang dituju. Setelah sampai dia bingung karena Steve tidak ada disana, hingga seorang bertampang oriental menghampirinya dan ternyata itu adalah Steve yang sudah mengganti identitasnya. Nama Steve diganti menjadi Lee.
                Tony pun memperingati Lee agar tetap berhati-hati. Dalam pelariannya Tony tetap mencari informasi mengenai siapa target-target polisi dan FBI yang ada. Tony berkata kepada Lee bahwa polisi sudah  mencoret nama Steve dari target penangkapan, hanya saja FBI tetap mencari kebenaran atas kematian Steve.
                Tony: “Lee, kau harus tetap berhati-hati. FBI tetap mencari kebenaran tentang Steve”
                Lee: “kau tidak usah cemas, Steve sudah mati, Lee yang akan mengantikan posisi Steve”
Dalam percakapan yang sedang berlangsung, Lee juga memperlihatkan rencana penjualan narkoba besar-besaran yang akan dilakukan mereka. Tony bertanya apa yang harus dia lakukan.
                Tony: “apa yang harus aku lakukan bos?”
                Lee: “kau orang yang paling aku percaya, persiapkan tempat transaksi kita”
Tony pun mengiyakan perintah yang diberikan kepadanya.
                Tony langsung berkoordinasi dengan teman-temannya. Dia mempersiapkan teransaksi kali ini dengan baik sekali. Tempat yang dipersiapkan Tony kali ini sangat strategis. Belajar dari keadaan yang penah terjadi sebelumnya, dia menyiapkan pelarian yang evektif untuk bosnya Lee. Dia mempersiapkan transaksinya di banda udara. Sehingga jika terjadi sesuatu Lee dapat langsung melarikan diri.
                Dengan membawa kendaraan jeep miliknya, Tony menjemput Lee lengkap dengan dua koper paket heroin yang dibawanya. Mobilpun diarahkan ke bandar udara John F. Kennedy International Airport di New York.
                Rupanya rekan bisnis yang akan bertransaksi dengan mereka sudah menunggu di landasan pacu. Tony dan Lee datang menghampiri dan menunjukan paket heroin yang ada. Saat transaksi berjalan FBI datang dan menyerang Tony, Lee dan rekan bisnisnya. Kembali terjadi baku tembak. Helikopter pun turun menghampiri Lee.
                Lee mengajak Tony untuk naik bersamanya. Untuk memperlihatkan kesetiaan Tony kepada Lee dia menolak untuk naik. Tony tetap dibawah untuk melindungi Lee yang akan lepas landas. Dengan menggunakan AK-47 Tony menyerang para pasukan FBI yang ada.
                Melihat kesetiaan yang ditunjukan oleh Tony, Lee sangat bangga kepada anak buahnya itu. Saat helikopter lepas landas, Lee melihat Tony tertembak dan terkulai di aspal landasan. Melihat hal itu, Lee sangat sedih, karena Tony rela mengorbankan nyawanya untuk keselamatan Lee.
                Di tengah perjalanan Lee bingung, karena Lee melihat lambang FBI berada di dalam helikopter tersebut. Salah satu awak helikopter langsung membius Lee yang mulai sadar bahwa dia sudah ditangkap oleh FBI. Lee pun dibawa ke kantor untuk dimintai pertanggungjawabannya.
                Saat dikantor FBI Lee bertanya kepada komandan FBI apakah temanya Tony masih hidup. Komandan tersebut menjawab, “Tony sudah mati dan akan disemayamkan besok.”. Mendengar hal itu Lee meminta kepada FBI untuk bisa menghadiri pemakaman Tony untuk penghormatan terakhir. FBI pun mengabulkan apa yang Lee minta.
                Dengan penjagaan super ketat Lee menghadiri pemakaman yang dihadiri istri Tony. Istri Tony datang menghampiri Lee.
                Istri Tony: “apa kau sudah puas sekarang?”
Lee terdiam melihat kesedihan yang dirasakan istri Tony. Setelah pemakaman selesai, Lee kembali dibawa oleh FBI untuk melanjutkan pemeriksaan dan menjalani hukuman atas perbuatannya.
                Di sisi lain istri Tony pergi ke Florida, dia memutuskan untuk pindah rumah. Sesampainya dia di Florida, dia disambut oleh seorang lelaki dan memeluknya lalu dia berkata ;
Istri Tony: “Jangan pernah menyuruhku untuk datang ke upacara pemakaman kamu untuk yang kedua kali”.


Dirham Damara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar