Di
sebuah apartement sedang ada transaksi narkoba besar-besaran. Toni merupakan
tangan kanan dari Steve seorang bos narkoba ternama di New york. Dengan
beberapa penjaga mereka ikut dalam transaksi barang haram tersebut. Tiba-tiba
terdengar suara letupan senjata api dan mengenai seorang diantara penjaga
disana. Perang senjata api pun tidak terelakkan. Baku tembak yang terjadi
dimenangkan oleh Steve dan komplotannya. Tony sangat mahir menggunakan senjata
api, hingga Steve memenangkan duel yang terjadi pada saat itu.
Lima
mayat tergeletak, satu diantaranya ialah penjaga Steve. Tony berinisiatif
memerikasa empat mayat sisanya. Tony dan Steve tidak menyangka, ternyata dia
sedang bertransaksi dengan NYPD (New York Police Departement). Di dalam saku
mayat polisi tersebut terdapat alat penyadap yang dapat dilacak oleh polisi
lain. Tony dan Steve segera pergi meninggalkan tempat kejadian.
Tony:
“bos apa yang harus kita lakukan sekarang?”
Steve:
”kita berpencar, untuk sementara jangan ada transaksi yang terjadi, sampai
keadaan benar-benar aman.”
Mereka pun
berpencar dan pergi ke tempat yang mereka anggap aman.
Tony pergi pulang kerumahnya di
pinggiran kota New York, sedangkan Steve tidak diketahui keberadaannya. Tony
sampai di rumah dengan keadaan banyak darah yang tercecer di pakaiannya. Istri
Tony kaget melihat suaminya pulang dengan keadaan seperti itu. Tanpa berbicara
dengan istrinya dia langsung pergi ke kamar mandi setelah itu membakar pakaian
yang berlumuran darah itu. istrinya mendekatinya dan menanyakan apa yang
terjadi dengannya. Tony hanya menjawab “aku tidak apa-apa sayang, hanya ada
kecelakaan kecil”.
Selama dua tahun menikah
istrinya tidak pernah tau apa sebenarnya pekerjaan Tony. Tony hanya bilang dia
bekerja sebagai seorang journalis tetapi istrinya tidak tau pasti dimana kantor
dan nama perusahaan tempat Tony bekerja. Istrinya tidak pernah marah atau
menanyakan secara jelas kepada Tony karena sangat sayang padanya. Sebenarnya
Tony sangat sayang kepada istrinya dan tidak tega melihat keadaan keluarganya
yang seperti ini. Hanya saja sulit untuk dia keluar dari pekerjaan yang sedang
dia lakukan sekarang.
Di tempat lain Steve baru
selesai dengan oprasi pelastik dan merubah semua identitas aslinya. Dia
menjadikan penjaganya tumbal dengan membakar rumahnya sendiri sehingga polisi
mengira bahwa Steve sudah mati. Tetapi FBI masih tetap curiga bahwa Steve masih
hidup, sehingga FBI tetap menjalankan rencana yang sejak awal dijalankan.
Satu tahun berselang. Tony
mendapat surat kaleng yang berisi “temui aku di wall street”. Tony sudah paham
akan isi dan siapa yang mengirim surat tersebut. Dia langsung bergegas ke
tempat yang dituju. Setelah sampai dia bingung karena Steve tidak ada disana,
hingga seorang bertampang oriental menghampirinya dan ternyata itu adalah Steve
yang sudah mengganti identitasnya. Nama Steve diganti menjadi Lee.
Tony pun memperingati Lee agar
tetap berhati-hati. Dalam pelariannya Tony tetap mencari informasi mengenai
siapa target-target polisi dan FBI yang ada. Tony berkata kepada Lee bahwa
polisi sudah mencoret nama Steve dari
target penangkapan, hanya saja FBI tetap mencari kebenaran atas kematian Steve.
Tony: “Lee, kau harus tetap
berhati-hati. FBI tetap mencari kebenaran tentang Steve”
Lee: “kau tidak usah cemas,
Steve sudah mati, Lee yang akan mengantikan posisi Steve”
Dalam percakapan
yang sedang berlangsung, Lee juga memperlihatkan rencana penjualan narkoba
besar-besaran yang akan dilakukan mereka. Tony bertanya apa yang harus dia
lakukan.
Tony: “apa yang harus aku
lakukan bos?”
Lee: “kau orang yang paling aku
percaya, persiapkan tempat transaksi kita”
Tony pun
mengiyakan perintah yang diberikan kepadanya.
Tony langsung berkoordinasi
dengan teman-temannya. Dia mempersiapkan teransaksi kali ini dengan baik
sekali. Tempat yang dipersiapkan Tony kali ini sangat strategis. Belajar dari
keadaan yang penah terjadi sebelumnya, dia menyiapkan pelarian yang evektif
untuk bosnya Lee. Dia mempersiapkan transaksinya di banda udara. Sehingga jika
terjadi sesuatu Lee dapat langsung melarikan diri.
Dengan membawa kendaraan jeep
miliknya, Tony menjemput Lee lengkap dengan dua koper paket heroin yang
dibawanya. Mobilpun diarahkan ke bandar udara John F.
Kennedy International Airport di New York.
Rupanya rekan bisnis yang akan
bertransaksi dengan mereka sudah menunggu di landasan pacu. Tony dan Lee datang
menghampiri dan menunjukan paket heroin yang ada. Saat transaksi berjalan FBI
datang dan menyerang Tony, Lee dan rekan bisnisnya. Kembali terjadi baku
tembak. Helikopter pun turun menghampiri Lee.
Lee mengajak Tony untuk naik
bersamanya. Untuk memperlihatkan kesetiaan Tony kepada Lee dia menolak untuk
naik. Tony tetap dibawah untuk melindungi Lee yang akan lepas landas. Dengan
menggunakan AK-47 Tony menyerang para pasukan FBI yang ada.
Melihat kesetiaan yang
ditunjukan oleh Tony, Lee sangat bangga kepada anak buahnya itu. Saat
helikopter lepas landas, Lee melihat Tony tertembak dan terkulai di aspal
landasan. Melihat hal itu, Lee sangat sedih, karena Tony rela mengorbankan
nyawanya untuk keselamatan Lee.
Di tengah perjalanan Lee
bingung, karena Lee melihat lambang FBI berada di dalam helikopter tersebut.
Salah satu awak helikopter langsung membius Lee yang mulai sadar bahwa dia
sudah ditangkap oleh FBI. Lee pun dibawa ke kantor untuk dimintai pertanggungjawabannya.
Saat dikantor FBI Lee bertanya
kepada komandan FBI apakah temanya Tony masih hidup. Komandan tersebut
menjawab, “Tony sudah mati dan akan disemayamkan besok.”. Mendengar hal itu Lee
meminta kepada FBI untuk bisa menghadiri pemakaman Tony untuk penghormatan
terakhir. FBI pun mengabulkan apa yang Lee minta.
Dengan penjagaan super ketat Lee
menghadiri pemakaman yang dihadiri istri Tony. Istri Tony datang menghampiri
Lee.
Istri Tony: “apa kau sudah puas
sekarang?”
Lee terdiam
melihat kesedihan yang dirasakan istri Tony. Setelah pemakaman selesai, Lee
kembali dibawa oleh FBI untuk melanjutkan pemeriksaan dan menjalani hukuman
atas perbuatannya.
Di sisi lain istri Tony pergi ke
Florida, dia memutuskan untuk pindah rumah. Sesampainya dia di Florida, dia
disambut oleh seorang lelaki dan memeluknya lalu dia berkata ;
Istri
Tony: “Jangan pernah menyuruhku untuk datang ke upacara pemakaman kamu untuk
yang kedua kali”.
Dirham Damara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar