Hari
itu adalah pertandingan final kompetisi basket antar spesies binatang di kebun
binatang nasional negeri antah berantah. Seluruh binatang yang tentu saja bukan
pemain yang akan berlaga telah memenuhi tribun stadion basket Animalea Arena.
Sorak-sorai penonton riuh rendah menggema ke seluruh penjuru stadion, padahal
pemainnya belum dipanggil satu-persatu untuk masuk ke lapangan. Pertandingan
hari itu merupakan final yang menentukan antara tim Shaggy yang anggotanya terdiri
dari lima ekor monyet ditambah empat monyet lain sebagai cadangan, melawan tim
The Kongo Alliance yang terdiri dari lima ekor lutung ditambah tiga lutung lain
sebagai cadangan juga. Mereka merupakan wakil dari masing-masing daerah di mana
mereka berada. Tim Shaggy adalah wakil dari daerah timur, sedangkan tim The
Kongo Alliance mewakili daerah barat. Tim Shaggy maju ke babak final setelah
sebelumnya mengalahkan tim Lizard Wrack dengan hasil akhir 18 – 14 untuk tim
Shaggy, sedangkan tim The Kongo Alliance lolos ke final dengan mengalahkan tim
Tiger Scissors dengan skor akhir cukup tipis, 693 – 6 untuk kemenangan tim The
Kongo Alliance.
Ketika
suara panitia mengumumkan bahwa para pemain antar kedua tim akan memasuki
lapangan, suara penonton lebih ramai lagi. Jauh lebih ramai apabila
dibandingkan dengan ketika mereka menghadiri acara pemakaman. Para pendukung
masing-masing tim sangat ingin tim yang mereka dukung itu menang. Sebab,
siapapun tim yang menang hari itu akan memenangkan hadiah uang tunai 4,2 miliar
DKB alias Dolar Kebun Binatang.
Para
pemain kedua tim memasuki lapangan. Wasit kura-kura memimpin jalannya
pertandingan. Sekadar info, kompetisi yang dinamakan Death Champ Basketball ini
adalah kompetisi yang hanya terdiri dari dua pilihan bagi tim yang mengikuti
kompetisi ini : menang dengan angka sebanyak-banyaknya atau menang dengan
menganiaya lawannya. Peraturan di kompetisi hanya satu, yaitu TIDAK ADA
PERATURAN. Peraturan yang harus dipatuhi hanya tidak boleh mencelakai lawan. Terdengar
bagus kan?! Itulah sebabnya, dari tahun ke tahun siapapun yang kalah pasti ada
saja yang bermasalah. Baik fisik maupun mentalnya. Ada yang tangan kirinya
patah, kakinya patah, ataupun kelaminnya patah ( kompetisi ini untuk kaum pria
). Bahkan, ada pemain yang depresi berat karena timnya kalah dengan sangat
telak sehingga di pergi konsultasi ke psikiater. Saking beratnya beban mental
yang pemain itu alami, akhirnya psikiater yang bersangkutan justru konsultasi
ke pemain itu, dikarenakan psikiaternya juga depresi karena dia mengalami beban
mental ketika meghadapi masalah yang menimpa pemain basket yang namanya tidak
mau dan tidak akan pernah mau dicantumkan itu.
Kasihan
sekali mereka. Semoga mereka mau bertaubat.
Kembali
ke laptop, eh ke cerita. Ketika kura-kura (yang belakangan diketahui bernama
Turtleoni) meniup peluit dan melempar bola basketnya ke udara tanda
pertandingan sudah dimulai, salah satu pemain Shaggy berhasil memenangkan duel
di udara. Namun, salah seekor pemain tim The Kongo Alliance merebut bola dengan
kakinya dan langsung menendang bolanya ke arah keranjang tim Shaggy.
Masuk!
Tiga angka pertama untuk tim The Kongo Alliance.
Bola
dimulai dari tim Shaggy.
Pemain
dari tim Shaggy mulai menggiring bola menuju daerah lawan. Lagi-lagi, salah
seekor pemain tim The Kongo Alliance berhasil merebut bola yang kali ini
menggunakan tangannya. Dia langsung melempar bola ke arah keranjang tim Shaggy
dari jarak dua belas meter hanya dengan tangan kanan.
Masuk!
Tiga angka tambahan untuk tim The Kongo Alliance.
Kembali
bola untuk tim Shaggy.
Tim
Shaggy berusaha untuk menunjukkan kemampuannya. Dua orang melakukan saling oper
sambil berlari menuju daerah tim The Kongo Alliance. Mereka langsung melempar
ke arah keranjang lawan.
Meleset!
Naamun, salah seekor pemain yang kebetulan cepat sadar akan kegagalan tembakan
rekan setimnya itu langsung meninju bola itu.
Masuk!
Tim Shaggy mendapat dua angka.
Bola
untuk tim Kongo.
Kemampuan
tim Kongo yang tidak terbantahkan lagi-lagi diperlihatkan. Bola yang telah
dioper langsung digulirkan ke lapangan, dan langsung ditendang ke arah
keranjang tim Shaggy.
Masuk!
Lagi-lagi tiga angka tambahan untuk tim Kongo.
Sekadar
info (lagi), tim The Kongo Alliance adalah tim basket dengan tiga pemain
unggulan. Mereka adalah Rick Kongo sebagai center,
Karhan Kongo sebagai point guard, dan
Verselanio Kongo sebagai shooting forward.
Verselanio Kongo belum diturunkan pada quarter
pertama. Hal ini disebabkan karena meskipun dia memiliki kemampuan menembak
bola ke arah keranjang lawan dari jarak 60 meter (kemampuan ini untuk
selanjutnya disebut dengan 60 metres-magnum shooter), namun persentasi
staminanya sedikit di bawah rata-rata. Oleh karena itulah, dia hanya boleh
diturunkan paling tidak pada awal quarter
kedua.
Sambil
melihat dari bangku cadangan, Verselanio melihat bahwa tim Shaggy sepertinya
ingin memancing tim The Kongo Alliance untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya.
Ini merupakan salah satu kemampuan Verselanio yang lainnya, di mana dia mampu
permainan lawan hanya dalam sekali lihat. Bahkan, waktu dia dan rekan-rekan
setimnya mengalahkan tim Tiger Scissors dia langsung mengetahui strategi lawan
hanya dari tempo detak jantung para pemain tim lawan. Luar biasa! Maklum, dia
adalah pemain yang mendapat gelar MVAP (Most Valuable Animal Player) hingga 9
kali.
Mengetahui
strategi lawan yang seperti itu, Verselanio langsung meminta pelatih tim The
Kongo Alliance untuk mengambil time-out.
“Kawan-kawan,
gue curiga mereka ingin kita mengeluarkan seluruh kemampuan kita. Strategi itu
tujuannya sudah jelas, agar permainan kita bisa terbaca dan mereka akan
mengantisipasinya lewat time-out.
Saran gue, mendingan loe-loe pada jangan kebanyakan nampilin skill individu deh. Justru kita harus
memakai strategi Shadow-Technique untuk meredam serangan dan melibas pertahanan
mereka. Bagaimana!?” usul Verselanio kepada rekan-rekan setimnya.
“Oke,
Vers! Kita akan melakukan itu. Tapi, siapa yang menjadi starter?” tanya Aldin Kongo yang menjadi shooting forward pada waktu itu.
“Pertama
loe dulu, terus gue sama Legan maju ke depan,” jelas Verselanio. Legan Kongo
juga shooting forward, sama seperti
Aldin.
“Jadi,
loe ikut main!?” Aldin terkejut.
Dan
dimulailah strategi yang konon dapat membingungkan lawan itu. (Lagi-lagi)
sekadar info, Shadow-Technique adalah strategi dasar yang memang menjadi bakat
alami tim The Kongo Alliance. Inti dari strategi ini adalah operan bolak-balik
dari seorang shooting forward yang
diapit oleh shooting forward lainnya,
lalu menembak secara tiba-tiba. Sebenarnya teknik ini sudah banyak yang
mengantisipasinya, namun semua itu dipatahkan oleh kemampuan menembak jarak
jauh yang dimiliki oleh tim yang sudah menjadi juara kompetisi Death Champ
Basketball enam kali berturut-turut ini. Apalagi Aldin Kongo dikenal sebagai
pemain yang mampu menembak bola dari jarak sepuluh meter sambil memalingkan
wajah alias hampir tidak melihat. Memang benar-benar merupakan bakat alami yang
mungkin hanya dimiliki oleh pemain berkemampuan tingkat tinggi.
Ketiga
pemain unggulan tim The Kongo Allliance itu segera melakukan aksinya. Dengan
bola yang berada dalam penguasaan Aldin, dia menuju daerah lawan. Namun,
ternyata Verselanio dan Legan juga ikut maju beriringan, seakan-akan tim Shaggy
akan diserang beramai-ramai. Namun, dugaan mereka salah. Serangan yang
dilakukan dengan tiga shooting forward sekaligus
bukanlah suatu strategi yang biasa dilakukan bahkan oleh tim basket profesional
manapun. Sambil maju, Aldin mengoper bola kearah Verselanio. Tidak disangka,
Verselanio langsung mengoper kembali kepada Aldin sebelum salah seekor pemain
tim Shaggy berhasil merebut bolanya, dan Aldin langsung mengoper kearah Legan
yang bebas tanpa ada yang menjaga. Legan langsung menendang bola operan Aldin
di luar area tiga angka.
Masuk!
Tiga angka tambahan untuk tim The Kongo Alliance.
Tim
Shaggy tercengang. Mereka tidak menyangka kalau tim The Kongo Alliance punya
strategi sedemikian rupa. Mereka merasa perlu mengatur ulang susunan pemain dan
strategi baru untuk mengantisipasi strategi yang diluar dugaan ini.
Tim
Shaggy segera meminta time-out.
“Ini
gawat! Gawat banget! Bisa gila kalo terus-terusan kayak gini!” kesal Little
Monkey yang menjabat sebagai shooting guard
di tim Shaggy.
“Iya
tuh! Kalo nggak ketemu strategi lain yang yahud, kekalahan udah depan mata nih.
Depan mata!” omel center tim Shaggy
sambil menunjuk-nunjuk pantatnya, The Ape.
“Sudah
cukup! Begini saja, kita andalkan Mr. Brownizh dan Prime-Boy untuk menjaga shooting forward kanan-kiri. Nah,
sisanya menjaga shooting forward yang
di tengah. Mengerti!?” perintah Pak Simpans sebagai pelatih. Sebagai catatan,
tim The Kongo Alliance tidak pernah memiliki pelatih sejak pertama kali tim ini
dibentuk.
“Siap,
Pak!” kompak anggota tim Shaggy.
Begitu
memasuki arena pertandingan, lagi-lagi tim Shaggy dibuat bingung oleh susunan
formasi tim The Kongo Alliance. Mereka menjadi bingung, karena tim The Kongo
Alliance tidak menurunkan seekor shooting
forward sama sekali. Justru mereka menurunkan tiga pemain cadangan
sekaligus yang semuanya memiliki posisi pada shooting guard dan satu shooting
forward sebagai pusat formasi tim. Ini sangat aneh sekali. Memangnya mereka
tidak mau mencetak angka lagi? Itulah The Kongo Alliance, tim yang memiliki
ratusan strategi yang bahkan dianggap sebagian pengamat basket kebun binatang
sebagai “tim yang tidak waras”. Hasil pertandingan daerah mereka juga tidak
“waras”. Sebutlah ketika mereka datang ke markas Jaguar Stunt. Dua quarter pertama tim Jaguar Stunt unggul
30 – 0. Namun, dua quarter terakhir
tim The Kongo Alliance berbalik unggul 30 – 300. Seluruh pemain tim Jaguar
Stunt menjadi gila, sampai ada yang bunuh diri dengan sendok plastik.
Benar-benar
dahsyat akan efek dari kemenangan tim The Kongo Alliance!
Kembali
pada strategi yang akan diterapkan oleh tim Shaggy. Mereka memutuskan untuk
lanjut dengan strategi yang baru saja mereka sepakati. Dimulai dari bola tim
Shaggy, Little Monkey menggiring bola menuju daerah lawan. Ketika baru saja
melewati separuh lapangan, sekelebat bayangan yang bergerak cepat langsung
menembus dirinya. Begitu dia menyadari bahwa bola yang tadi ada di tangannya,
kini sudah dilepaskan sebagai tembakan oleh seekor pemain diluar area tiga
angka (lagi) oleh pemain yang bergerak sangat cepat tadi sebelum Little Monkey
sempat menoleh.
Masuk!
Tiga angka tambahan untuk tim The Kongo Alliance.
Begitu
Little Monkey menoleh, tahulah dia siapa pemain yang bergerak sangat cepat
hingga selintas seperti bayangan itu.
Verselanio
Kongo!
Little
Monkey berdiri mematung dengan mulut menganga selebar kawah Krakatau. Dia tidak
habis pikir, bagaimana bisa ada pemain yang memiliki kecepatan seperti itu.
Bahkan, dia menjadi seperti pemain yang tidak memiliki pikiran setelah melihat
langsung kehebatan para pemain tim The Kongo Alliance.
Terutama
Verselanio Kongo.
Seluruh
pemain tim Shaggy langsung mengalami galau akut. Mereka seperti merasa tidak
punya harapan lagi. Sekeras apapun melawan, tetap saja siapa saja tahu
pemenangnya. Tidak terkecuali tukang bubur ayam. Mengapa tukang bubur ayam?
Agar tukang bubur ayam bisa sekalian promosi di dalam cerpen ini, ke ke
ke......
Akhirnya
mereka memutuskan untuk menggunakan strategi rahasia mereka. Sebenarnya mereka
tidak ingin menggunakan strategi ini, namun keadaan tidak berjalan bagus bagi
mereka. Mereka akan menggunakan strategi 4
Swords in The Field, di mana tim yang menggunakan strategi ini akan
menurunkan lima shooting forward sekaligus
tanpa menempatkan center sama sekali.
Lima ekor pemain terbaik tim Shaggy akan bermain sebagai shooting forward semuanya. Tim The Kongo Alliance awalnya sedikit
heran, namun bukan The Kongo Alliance namanya jika hanya terpukau oleh formasi
“aneh” tim lawan terus-menerus. Apalagi mereka memiliki pemain sekelas
Verselanio Kongo yang telah meraih gelar sebagai MVAP sebanyak 9 kali. Sebagai
tim yang telah menjadikan juara sebagai “tradisi” mereka, menemukan strategi
yang tepat untuk meredam permainan lawan dalam waktu singkat bukanlah hal yang
sulit bagi mereka.
Bola
digiring oleh pihak tim Shaggy. Menuju daerah lawan, mereka melakukan passing antar seluruh pemainnya. Saat
Mr. Brownish langsung melempar bola, The Ape yang menjadi sasaran passing Mr. Brownish langsung menendang
salto bolanya. Di luar dugaan, Verselanio langsung menangkap bola yang hampir
masuk itu dengan sekali lompatan mundur!
Sekali
lagi ya, LOMPATAN MUNDUR!!!
Memang,
berlari dan melompat mundur itu adalah salah satu teknik dasar defense. Yang jadi persoalan, Verselanio
melakukan lompatan mundur dari jarak separuh lapangan. Persis di mana The Ape
melakukan tendangan saltonya. Ini sudah kesekian kalinya tim The Kongo Alliance
menunjukkan skill dan mental juaranya
lewat aksi lapangan yang mencengangkan, menghebohkan, mengharukan, menegangkan,
mendebarkan, sekaligus tragis (yang terakhir untuk lawan mereka).
Tidak
terasa empat quarter selesai dengan
skor akhir 125 – 2 untuk kemenangan tim The Kongo Alliance. Para pemain tim The
Kongo Alliance langsung menuju ruang ganti nyaris tanpa ekspresi. Begitu pula
dengan para pendukungnya, tidak ada yang berekspresi berlebihan. Semuanya hanya
mengucapkan apa yang diucapkan oleh Ustadz M. Nur Maulana saat mengisi acara di
salah satu stasiun televisi swasta yang tidak perlu disebutkan namanya itu.
Alhamdulillaah......
Tim
The Kongo Alliance membawa hadiah uang tunai 4,2 miliar DKB dalam bentuk uang
logam, dan rencananya separuh dari hadiah itu akan disumbangkan untuk sekolah
basket mereka, The Kongo Academy.
Semua
yang ada di stadion Animalea Arena sudah pulang semuanya, kecuali tim Shaggy
yang dari tekstur bulu kakinya saja sudah menunjukkan bahwa mereka masih tidak
percaya akan kekalahan yang mereka derita. Mendadak semuanya menjadi galau,
namun tentu saja bukan karena salah menggunakan operator selular.
Mereka
kalah. Kalah telak.
Kasihan
sekali mereka. Semoga mereka mau bertaubat kepada Sang Pencipta.
Amin.
******
PERINGATAN
!
Membaca
cerita ini dapat menyebabkan pusing, bingung, tidak habis pikir, nyaris tidak
punya pikiran, namun tidak mengalami impotensi dan juga gangguan kehamilan.
Yang paling penting, tidak menjadi gila alias masih waras.
Deeto Kongo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar