Jumat, 21 September 2012

BASKET BONBIN



Hari itu adalah pertandingan final kompetisi basket antar spesies binatang di kebun binatang nasional negeri antah berantah. Seluruh binatang yang tentu saja bukan pemain yang akan berlaga telah memenuhi tribun stadion basket Animalea Arena. Sorak-sorai penonton riuh rendah menggema ke seluruh penjuru stadion, padahal pemainnya belum dipanggil satu-persatu untuk masuk ke lapangan. Pertandingan hari itu merupakan final yang menentukan antara tim Shaggy yang anggotanya terdiri dari lima ekor monyet ditambah empat monyet lain sebagai cadangan, melawan tim The Kongo Alliance yang terdiri dari lima ekor lutung ditambah tiga lutung lain sebagai cadangan juga. Mereka merupakan wakil dari masing-masing daerah di mana mereka berada. Tim Shaggy adalah wakil dari daerah timur, sedangkan tim The Kongo Alliance mewakili daerah barat. Tim Shaggy maju ke babak final setelah sebelumnya mengalahkan tim Lizard Wrack dengan hasil akhir 18 – 14 untuk tim Shaggy, sedangkan tim The Kongo Alliance lolos ke final dengan mengalahkan tim Tiger Scissors dengan skor akhir cukup tipis, 693 – 6 untuk kemenangan tim The Kongo Alliance.
Ketika suara panitia mengumumkan bahwa para pemain antar kedua tim akan memasuki lapangan, suara penonton lebih ramai lagi. Jauh lebih ramai apabila dibandingkan dengan ketika mereka menghadiri acara pemakaman. Para pendukung masing-masing tim sangat ingin tim yang mereka dukung itu menang. Sebab, siapapun tim yang menang hari itu akan memenangkan hadiah uang tunai 4,2 miliar DKB alias Dolar Kebun Binatang.
Para pemain kedua tim memasuki lapangan. Wasit kura-kura memimpin jalannya pertandingan. Sekadar info, kompetisi yang dinamakan Death Champ Basketball ini adalah kompetisi yang hanya terdiri dari dua pilihan bagi tim yang mengikuti kompetisi ini : menang dengan angka sebanyak-banyaknya atau menang dengan menganiaya lawannya. Peraturan di kompetisi hanya satu, yaitu TIDAK ADA PERATURAN. Peraturan yang harus dipatuhi hanya tidak boleh mencelakai lawan. Terdengar bagus kan?! Itulah sebabnya, dari tahun ke tahun siapapun yang kalah pasti ada saja yang bermasalah. Baik fisik maupun mentalnya. Ada yang tangan kirinya patah, kakinya patah, ataupun kelaminnya patah ( kompetisi ini untuk kaum pria ). Bahkan, ada pemain yang depresi berat karena timnya kalah dengan sangat telak sehingga di pergi konsultasi ke psikiater. Saking beratnya beban mental yang pemain itu alami, akhirnya psikiater yang bersangkutan justru konsultasi ke pemain itu, dikarenakan psikiaternya juga depresi karena dia mengalami beban mental ketika meghadapi masalah yang menimpa pemain basket yang namanya tidak mau dan tidak akan pernah mau dicantumkan itu.
Kasihan sekali mereka. Semoga mereka mau bertaubat.
Kembali ke laptop, eh ke cerita. Ketika kura-kura (yang belakangan diketahui bernama Turtleoni) meniup peluit dan melempar bola basketnya ke udara tanda pertandingan sudah dimulai, salah satu pemain Shaggy berhasil memenangkan duel di udara. Namun, salah seekor pemain tim The Kongo Alliance merebut bola dengan kakinya dan langsung menendang bolanya ke arah keranjang tim Shaggy.
Masuk! Tiga angka pertama untuk tim The Kongo Alliance.
Bola dimulai dari tim Shaggy.
Pemain dari tim Shaggy mulai menggiring bola menuju daerah lawan. Lagi-lagi, salah seekor pemain tim The Kongo Alliance berhasil merebut bola yang kali ini menggunakan tangannya. Dia langsung melempar bola ke arah keranjang tim Shaggy dari jarak dua belas meter hanya dengan tangan kanan.
Masuk! Tiga angka tambahan untuk tim The Kongo Alliance.
Kembali bola untuk tim Shaggy.
Tim Shaggy berusaha untuk menunjukkan kemampuannya. Dua orang melakukan saling oper sambil berlari menuju daerah tim The Kongo Alliance. Mereka langsung melempar ke arah keranjang lawan.
Meleset! Naamun, salah seekor pemain yang kebetulan cepat sadar akan kegagalan tembakan rekan setimnya itu langsung meninju bola itu.
Masuk! Tim Shaggy mendapat dua angka.
Bola untuk tim Kongo.
Kemampuan tim Kongo yang tidak terbantahkan lagi-lagi diperlihatkan. Bola yang telah dioper langsung digulirkan ke lapangan, dan langsung ditendang ke arah keranjang tim Shaggy.
Masuk! Lagi-lagi tiga angka tambahan untuk tim Kongo.
Sekadar info (lagi), tim The Kongo Alliance adalah tim basket dengan tiga pemain unggulan. Mereka adalah Rick Kongo sebagai center, Karhan Kongo sebagai point guard, dan Verselanio Kongo sebagai shooting forward. Verselanio Kongo belum diturunkan pada quarter pertama. Hal ini disebabkan karena meskipun dia memiliki kemampuan menembak bola ke arah keranjang lawan dari jarak 60 meter (kemampuan ini untuk selanjutnya disebut dengan 60 metres-magnum shooter), namun persentasi staminanya sedikit di bawah rata-rata. Oleh karena itulah, dia hanya boleh diturunkan paling tidak pada awal quarter kedua.
Sambil melihat dari bangku cadangan, Verselanio melihat bahwa tim Shaggy sepertinya ingin memancing tim The Kongo Alliance untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya. Ini merupakan salah satu kemampuan Verselanio yang lainnya, di mana dia mampu permainan lawan hanya dalam sekali lihat. Bahkan, waktu dia dan rekan-rekan setimnya mengalahkan tim Tiger Scissors dia langsung mengetahui strategi lawan hanya dari tempo detak jantung para pemain tim lawan. Luar biasa! Maklum, dia adalah pemain yang mendapat gelar MVAP (Most Valuable Animal Player) hingga 9 kali.
Mengetahui strategi lawan yang seperti itu, Verselanio langsung meminta pelatih tim The Kongo Alliance untuk mengambil time-out.
“Kawan-kawan, gue curiga mereka ingin kita mengeluarkan seluruh kemampuan kita. Strategi itu tujuannya sudah jelas, agar permainan kita bisa terbaca dan mereka akan mengantisipasinya lewat time-out. Saran gue, mendingan loe-loe pada jangan kebanyakan nampilin skill individu deh. Justru kita harus memakai strategi Shadow-Technique untuk meredam serangan dan melibas pertahanan mereka. Bagaimana!?” usul Verselanio kepada rekan-rekan setimnya.
“Oke, Vers! Kita akan melakukan itu. Tapi, siapa yang menjadi starter?” tanya Aldin Kongo yang menjadi shooting forward pada waktu itu.
“Pertama loe dulu, terus gue sama Legan maju ke depan,” jelas Verselanio. Legan Kongo juga shooting forward, sama seperti Aldin.
“Jadi, loe ikut main!?” Aldin terkejut.
Dan dimulailah strategi yang konon dapat membingungkan lawan itu. (Lagi-lagi) sekadar info, Shadow-Technique adalah strategi dasar yang memang menjadi bakat alami tim The Kongo Alliance. Inti dari strategi ini adalah operan bolak-balik dari seorang shooting forward yang diapit oleh shooting forward lainnya, lalu menembak secara tiba-tiba. Sebenarnya teknik ini sudah banyak yang mengantisipasinya, namun semua itu dipatahkan oleh kemampuan menembak jarak jauh yang dimiliki oleh tim yang sudah menjadi juara kompetisi Death Champ Basketball enam kali berturut-turut ini. Apalagi Aldin Kongo dikenal sebagai pemain yang mampu menembak bola dari jarak sepuluh meter sambil memalingkan wajah alias hampir tidak melihat. Memang benar-benar merupakan bakat alami yang mungkin hanya dimiliki oleh pemain berkemampuan tingkat tinggi.
Ketiga pemain unggulan tim The Kongo Allliance itu segera melakukan aksinya. Dengan bola yang berada dalam penguasaan Aldin, dia menuju daerah lawan. Namun, ternyata Verselanio dan Legan juga ikut maju beriringan, seakan-akan tim Shaggy akan diserang beramai-ramai. Namun, dugaan mereka salah. Serangan yang dilakukan dengan tiga shooting forward sekaligus bukanlah suatu strategi yang biasa dilakukan bahkan oleh tim basket profesional manapun. Sambil maju, Aldin mengoper bola kearah Verselanio. Tidak disangka, Verselanio langsung mengoper kembali kepada Aldin sebelum salah seekor pemain tim Shaggy berhasil merebut bolanya, dan Aldin langsung mengoper kearah Legan yang bebas tanpa ada yang menjaga. Legan langsung menendang bola operan Aldin di luar area tiga angka.
Masuk! Tiga angka tambahan untuk tim The Kongo Alliance.
Tim Shaggy tercengang. Mereka tidak menyangka kalau tim The Kongo Alliance punya strategi sedemikian rupa. Mereka merasa perlu mengatur ulang susunan pemain dan strategi baru untuk mengantisipasi strategi yang diluar dugaan ini.
Tim Shaggy segera meminta time-out.
“Ini gawat! Gawat banget! Bisa gila kalo terus-terusan kayak gini!” kesal Little Monkey yang menjabat sebagai shooting guard di tim Shaggy.
“Iya tuh! Kalo nggak ketemu strategi lain yang yahud, kekalahan udah depan mata nih. Depan mata!” omel center tim Shaggy sambil menunjuk-nunjuk pantatnya, The Ape.
“Sudah cukup! Begini saja, kita andalkan Mr. Brownizh dan Prime-Boy untuk menjaga shooting forward kanan-kiri. Nah, sisanya menjaga shooting forward yang di tengah. Mengerti!?” perintah Pak Simpans sebagai pelatih. Sebagai catatan, tim The Kongo Alliance tidak pernah memiliki pelatih sejak pertama kali tim ini dibentuk.
“Siap, Pak!” kompak anggota tim Shaggy.
Begitu memasuki arena pertandingan, lagi-lagi tim Shaggy dibuat bingung oleh susunan formasi tim The Kongo Alliance. Mereka menjadi bingung, karena tim The Kongo Alliance tidak menurunkan seekor shooting forward sama sekali. Justru mereka menurunkan tiga pemain cadangan sekaligus yang semuanya memiliki posisi pada shooting guard dan satu shooting forward sebagai pusat formasi tim. Ini sangat aneh sekali. Memangnya mereka tidak mau mencetak angka lagi? Itulah The Kongo Alliance, tim yang memiliki ratusan strategi yang bahkan dianggap sebagian pengamat basket kebun binatang sebagai “tim yang tidak waras”. Hasil pertandingan daerah mereka juga tidak “waras”. Sebutlah ketika mereka datang ke markas Jaguar Stunt. Dua quarter pertama tim Jaguar Stunt unggul 30 – 0. Namun, dua quarter terakhir tim The Kongo Alliance berbalik unggul 30 – 300. Seluruh pemain tim Jaguar Stunt menjadi gila, sampai ada yang bunuh diri dengan sendok plastik.
Benar-benar dahsyat akan efek dari kemenangan tim The Kongo Alliance!
Kembali pada strategi yang akan diterapkan oleh tim Shaggy. Mereka memutuskan untuk lanjut dengan strategi yang baru saja mereka sepakati. Dimulai dari bola tim Shaggy, Little Monkey menggiring bola menuju daerah lawan. Ketika baru saja melewati separuh lapangan, sekelebat bayangan yang bergerak cepat langsung menembus dirinya. Begitu dia menyadari bahwa bola yang tadi ada di tangannya, kini sudah dilepaskan sebagai tembakan oleh seekor pemain diluar area tiga angka (lagi) oleh pemain yang bergerak sangat cepat tadi sebelum Little Monkey sempat menoleh.
Masuk! Tiga angka tambahan untuk tim The Kongo Alliance.
Begitu Little Monkey menoleh, tahulah dia siapa pemain yang bergerak sangat cepat hingga selintas seperti bayangan itu.
Verselanio Kongo!
Little Monkey berdiri mematung dengan mulut menganga selebar kawah Krakatau. Dia tidak habis pikir, bagaimana bisa ada pemain yang memiliki kecepatan seperti itu. Bahkan, dia menjadi seperti pemain yang tidak memiliki pikiran setelah melihat langsung kehebatan para pemain tim The Kongo Alliance.
Terutama Verselanio Kongo.
Seluruh pemain tim Shaggy langsung mengalami galau akut. Mereka seperti merasa tidak punya harapan lagi. Sekeras apapun melawan, tetap saja siapa saja tahu pemenangnya. Tidak terkecuali tukang bubur ayam. Mengapa tukang bubur ayam? Agar tukang bubur ayam bisa sekalian promosi di dalam cerpen ini, ke ke ke......
Akhirnya mereka memutuskan untuk menggunakan strategi rahasia mereka. Sebenarnya mereka tidak ingin menggunakan strategi ini, namun keadaan tidak berjalan bagus bagi mereka. Mereka akan menggunakan strategi 4 Swords in The Field, di mana tim yang menggunakan strategi ini akan menurunkan lima shooting forward sekaligus tanpa menempatkan center sama sekali. Lima ekor pemain terbaik tim Shaggy akan bermain sebagai shooting forward semuanya. Tim The Kongo Alliance awalnya sedikit heran, namun bukan The Kongo Alliance namanya jika hanya terpukau oleh formasi “aneh” tim lawan terus-menerus. Apalagi mereka memiliki pemain sekelas Verselanio Kongo yang telah meraih gelar sebagai MVAP sebanyak 9 kali. Sebagai tim yang telah menjadikan juara sebagai “tradisi” mereka, menemukan strategi yang tepat untuk meredam permainan lawan dalam waktu singkat bukanlah hal yang sulit bagi mereka.
Bola digiring oleh pihak tim Shaggy. Menuju daerah lawan, mereka melakukan passing antar seluruh pemainnya. Saat Mr. Brownish langsung melempar bola, The Ape yang menjadi sasaran passing Mr. Brownish langsung menendang salto bolanya. Di luar dugaan, Verselanio langsung menangkap bola yang hampir masuk itu dengan sekali lompatan mundur!
Sekali lagi ya, LOMPATAN MUNDUR!!!
Memang, berlari dan melompat mundur itu adalah salah satu teknik dasar defense. Yang jadi persoalan, Verselanio melakukan lompatan mundur dari jarak separuh lapangan. Persis di mana The Ape melakukan tendangan saltonya. Ini sudah kesekian kalinya tim The Kongo Alliance menunjukkan skill dan mental juaranya lewat aksi lapangan yang mencengangkan, menghebohkan, mengharukan, menegangkan, mendebarkan, sekaligus tragis (yang terakhir untuk lawan mereka).
Tidak terasa empat quarter selesai dengan skor akhir 125 – 2 untuk kemenangan tim The Kongo Alliance. Para pemain tim The Kongo Alliance langsung menuju ruang ganti nyaris tanpa ekspresi. Begitu pula dengan para pendukungnya, tidak ada yang berekspresi berlebihan. Semuanya hanya mengucapkan apa yang diucapkan oleh Ustadz M. Nur Maulana saat mengisi acara di salah satu stasiun televisi swasta yang tidak perlu disebutkan namanya itu.
Alhamdulillaah......
Tim The Kongo Alliance membawa hadiah uang tunai 4,2 miliar DKB dalam bentuk uang logam, dan rencananya separuh dari hadiah itu akan disumbangkan untuk sekolah basket mereka, The Kongo Academy.
Semua yang ada di stadion Animalea Arena sudah pulang semuanya, kecuali tim Shaggy yang dari tekstur bulu kakinya saja sudah menunjukkan bahwa mereka masih tidak percaya akan kekalahan yang mereka derita. Mendadak semuanya menjadi galau, namun tentu saja bukan karena salah menggunakan operator selular.
Mereka kalah. Kalah telak.
Kasihan sekali mereka. Semoga mereka mau bertaubat kepada Sang Pencipta.
Amin.


******


PERINGATAN !
Membaca cerita ini dapat menyebabkan pusing, bingung, tidak habis pikir, nyaris tidak punya pikiran, namun tidak mengalami impotensi dan juga gangguan kehamilan. Yang paling penting, tidak menjadi gila alias masih waras. 


Deeto Kongo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar